saat iseng datang aku bermain bersama pena menarikan kata – kata

di belenggu ruang menembus cakrawala

mencumbu waktu mengendus hari yang akan terlewati

gila … itu kan katamu

tapi Bagiku itu lebih baik

daripada ada berbicara tentang apa saja

tapi tak ada hasil apa – apa

ulek bulu

penaku masih tetap menari walau munkin goresannya tak lagi terang

kabur dan buram

tertulis kini dan munkin terlupa di esok hari tapi mana ku peduli

kau masih saja tertawa tersenyum menggoda … konsentrasiku terbelah

hingga tertarik pena menekan kertas dengan keras

hingga terbentuk titik yang melobangi kertas

pikiranku terpecah …

kutarik kamu ke peraduan agar tawamu itu hilang

dan biar desah menenangkan pikiran,